“Tanteeee!” Dirana berseru memeluk tantenya. Wajahnya bersinar, matanya berbinar-binar. Selly menolehkan kepalanya menatap Dirana yang berbeda dari biasanya. Sejak ia membawa keponakannya itu kembali ke rumah ini belum pernah Dirana tersenyum secerah itu. Selly menepuk-nepuk pipi Dirana. Ia sedang menata hidangan di atas meja makan. Walaupun agak heran dengan tingkah Dirana, tetapi Selly senang kalau keponakannya itu mau tersenyum lagi. Tidak seperti kemarin yang tidak berhenti menangis dan mogok makan. Akhir-akhir ini napsu makan Dirana kembali lagi, mau meminum susunya lagi walaupun tidak banyak. “Aku makan duluan ya, tante!” Dirana menarik kursi makan. Ia tersenyum lebar sampai kedua matanya menyipit. Selly meletakkan piring di depan Dirana. Menuangkan nasi beserta lauk dan sayu

