Tentang Kehamilan Dirana

1877 Kata

Dirana mondar-mandir di dekat jendela sesekali melongokkan kepalanya melihat ke bawah sana, apakah Gibran sedang berjalan mengendap-endap sambil membawa tangga agar bisa naik ke atas kamarnya dan masuk melewati jendela kamarnya. Perempuan berusia sembilan belas tahun itu menggigiti ujung kukunya, sambil menyibak rambut sebahunya, perempuan itu membuka kedua jendelanya lebih lebar dan tidak berhenti memandang dengan gelisah. Apa Gibran tidak akan datang setelah kejadian kemarin? Dirana menggigit bibir bawahnya sesekali mengentakkan kakinya kesal. Dia merasa bersalah sekaligus malu kalau harus bertemu Gibran setelah mereka gagal melakukan..., ah, bagaimana menjelaskannya! Bulu kuduk Dirana meremang membayangkan setiap sentuhan Gibran di tubuhnya, bibir Gibran yang mengecap bibir dan le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN