“Tante, jangan!” jerit Dirana sembari memegangi lengan tantenya agar berhenti memukuli Gibran. Seka datang menyusul masuk ke dalam kamar dan melihat mamanya memukuli Gibran dengan beringas. Seka jadi ngeri sendiri, mamanya kan kalau mukul pake tenaga super. Biarpun sudah nggak muda lagi, perempuan pula. Tapi jangan remehkan tenaganya yang mengalahkan preman pasar. Dulu sewaktu Seka masih kecil, dia paling takut kena pukul mamanya daripada papanya. Kedua orangtuanya adalah pasangan yang yang bertolak belakang. Papanya adalah pria yang sabar, tutur katanya lembut. Beda sama mamanya. Seka maju selangkah, lalu mundur lagi. Dirana sudah kuwalahan menarik mamanya yang tidak mau berhenti memukuli Gibran. Pria itu pun tidak membalas atau pun menahan pukulan mamanya. Pria itu hanya diam menerim

