Tersiksa

1554 Kata

“Haha!” Dirana tertawa sembari menepuk-nepuk pahanya. Kedua tangan perempuan itu bergerak bertepuk tangan. “Hahaha!” Seka dan Jenar menoleh ke arah Dirana berada. Sepasang kakak beradik itu memandangi Dirana sedih sekaligus prihatin. Dirana menonton film bersama mereka sambil tertawa keras-keras, padahal filmnya sedih bukan main. Nggak lama kemudian, berselang kurang dari sepuluh detik, sepupunya itu menangis keras. Kemudian tertawa lagi. Seka bangkit lalu disusul Jenar. Kedua pria itu duduk di sisi kanan dan kiri Dirana lantas memeluk sepupunya dengan sayang. Jenar menarik kepala Dirana agar bersandar di bahunya. Usia mereka hanya terpaut satu tahun. Walaupun Dirana suka menjailinya, tapi Jenar sayang. Melihat Dirana sesedih itu membuat Jenar merasakan hal yang sama. Mereka dibesark

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN