Dirana menyesap cokelat panasnya pelan-pelan sembari menikmati aroma yang menguar dari kepulan di cangkirnya. Di luar sedang hujan, dia memutuskan untuk singgah di sebuah kafe yang tidak jauh dari kampusnya. Seka menelpon akan telat datang menjemputnya hari ini. Dirana menghela napas untuk beberapa saat. Ia bisa melihat orang-orang yang berlalu-lalang dari jendela kaca kecil. Dirana sengaja duduk di bangku paling dekat dengan jendela agar bisa melihat suasana hujan dari sana. Dirana meraih cangkirnya lagi dan menyesapnya dengan hati-hati. Lebih dari setengah jam ia ada di sini, tetapi ia belum bosan menunggu. Ia menikmati suasana di kafe ini yang terasa menenangkan. Entah karena minumannya atau memang karena suasana di sini yang sepi. Tak berapa lama ponsel Dirana berdering, ada sebuah

