Dirana menunggu Seka datang menjemputnya di parkiran. Pria itu bilang lima menit lagi akan sampai. Tidak berapa lama setelah ia mendapat pesan dari Seka. Mobil pria itu terlihat, Dirana melangkah ogah-ogahan. Saat badan mobil kian dekat, Dirana membuka pintu lantas masuk ke dalam mobil. Dirana tidak bisa ke mana-mana sendirian sekarang. Mau pergi ke mana saja dia harus pergi diantar Selly, Seka atau Jenar. Kebanyakan sih diantar Seka, pulangnya dijemput Jenar. Tapi hari ini Seka bilang kalau dia yang akan menjemput Dirana ke kampus. Dirana membuka kaca mobil, ia menyandarkan punggungnya ke kursi mobil. Sepasang matanya berkedip memandangi jalanan yang tidak pernah sepi. Badannya bergerak ke samping memandangi Seka yang tampak fokus sesekali mengecek layar ponsel. Dirana jenuh, dia bosa

