Selly kedatangan tamu tak diundang. Berani-beraninya Seka menyuruh Gibran masuk ke dalam tanpa perintahnya. Mau digodok itu anak ke dalam panci super besar biar kayak bakso beranak? Gibran yang tadinya berdiri pun langsung bangun menyapa Selly dengan senyum super ramah dan hangat. Ceritanya biar Selly luluh gitu, siapa tahu saja dengan senyumannya, bisa membuat Selly luluh. Tapi nggak tahunya nggak bisa. Selly malah melotot kepadanya dengan pandangan horor luar biasa. Selly menepis tangan Gibran ketika pria itu hendak menyalaminya. Selly melengos kemudian berteriak memanggil Seka. “Seka udah pergi, Tante,” Gibran berseru memberitahu. “Ke mana anak itu!” Selly menggulung lengan bajunya sampai ke bahu. “Saya nggak tahu, Tante,” Gibran menundukkan kepala. “Tadi nggak bilang mau ke ma

