Jari jemari Ken sudah merayap di dadanya Kalila, pagi-pagi buta. Senyumnya pun tampak penuh keinginan dan perasaan cinta. Tidak ada satu pun yang dapat menepis rasa diantara keduanya, ketika melihat cara Ken menatap Kalila. Cinta itu benar-benar nyata dan telah berhasil melebur sukma yang dingin, sedingin pulau es yang menjulang tinggi dari dalam hati Ken Arashi. Baginya, Kalila sangat cantik dan sempurna. Cinta wanita berlesung pipi dalam ini, membuat Ken Arashi mampu memandang langit dengan jelas di malam hari dan dapat mengambil keputusan cerdas dalam tekanan yang berat. Sekarang ia mengerti tentang almarhum papanya yang tak mampu lagi tersenyum, pasca kehilangan istrinya. Ken mendekati wajah Kalila, menyentuh pipi kiri wanitanya secara lembut, dan menciumi dengan mesra. Tidak ada ra

