Harapan

1823 Kata

"Kamu baru saja menjadi liar dan seksi di tanganku, Kalila. Bahkan kamu juga telah meninggalkan cakar di punggungku, ketika menyelam dalam percintaan. Itu semua sudah membuktikan bagaimana hasratmu kepadaku. Sekarang, berhentilah malu-malu di hadapanku! Karena sebelum makan siang nanti, kamu akan kembali mendarat tanpa busana di atas ranjang itu," bisik Ken sesaat setelah menyelesaikan urusan kedua mereka, sembari memeluk erat. "Hmmm." "Kenapa?" "Waktu itu, aku tidak merasa malu. Tapi, setelah menikah malah jadi seperti ini. Sayang, mungkin karena kamu terlalu terbuka dan lihai. Kan aku jadi seperti tidak punya kesempatan untuk membalas." "Aku bukan lihai, Lila. Aku cuma ingin mengekspresikan rasa rindu dan keinginanku sejak lama, dengan cara yang dinamis. Asal kamu tahu saja ya, sejak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN