"Sayang, sini!" Ken menarik lembut wajah Kalila agar istrinya bisa bersandar di pundaknya yang kokoh dan hangat. "Cup, istirahatlah!" ungkapnya penuh kasih sayang. Sementara jari jemarinya tampak tenang melambai dan mengelus pipi mulus milik Kalila. Selamat datang di Negeri Cinta. Sebuah tempat untuk meletakkan banyak bongkahan hati yang jujur dan setia. Di sini semua jiwa bersahabat dengan siapa saja dan gemar berdansa dalam gairah. Tanpa percikan amarah, semua keriangan yang meluap-luap melindungi perasaan abadi tanpa tepi. Jika siapa saja masuk dan bergabung di dalamnya, maka mereka akan melupakan segala prahara dan prasangka yang ada di atas dunia ini. Kini Ken dan Kalila telah menjadi komunitasnya dan menunjuk diri sebagai bagian dari komunitas ini. Di sini, waktu dan harta bukanlah

