Ken merogoh kantong celananya. Ia berniat untuk menghubungi Kalila dan mengucapkan kalimat cinta. Entah apa yang ada di dalam kepalanya, yang jelas ia juga terlihat cemas malam ini. Bukan tanpa alasan, lawannya saat ini bukan orang sembarangan. Pria itu tangguh dan Ken tahu tentang semuanya. Hanya saja, ia harus terus menjalankan rencana tersebut demi memberi ketenangan di hati orang-orang yang disayanginya. "Sayang!" "Ken! Kamu di mana?" "Kantor. Ada yang harus aku lakukan, sebelum Senin, datang." "Apa? Kenapa belum juga pulang? Jangan membuatku cemas!" Kalila terus saja menyodorkan pertanyaan tanpa henti, dan pada saat yang bersamaan, hatinya terasa hampa, serta cemas. Padahal ia sama sekali tidak tahu mengenai rencana gila Ken Arashi. Tetapi, ada rasa yang mengusik ketenangan ha

