Janji

1635 Kata

Mata bulat nan besar milik Kalila menatap ke atas. Lembayung sore berwarna jingga pelan-pelan mulai terlihat menggantung satu persatu di langit. Tampaknya, matahari tengah memutar haluannya ke arah barat. Namun tubuh lemah itu masih tak dapat rehat, ia pun terbayang kedua orangnya saat ini. Terutama mengenai perasaan sang mama. Senyum lamban penuh beban, tampak jelas di wajah wanita cantik pemilik lesung pipi dalam ini. Matanya yang tidak bernyawa, memperlihatkan kegusaran jiwanya. Ada banyak hal yang membuat Kalila seperti ini dan ia merasa begitu membutuhkan Ken Arashi. 'Ternyata aku begitu lemah. Padahal selama ini aku pikir, masa lalu telah mempersiapkan diriku untuk hal apa pun. Tapi rupanya tidak, bahkan aku tidak bisa tenang dan membutuhkan Ken saat ini juga.' Ujar Kalila di dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN