Kecerdasan liar Elo pergunakan untuk sesuatu yang nakal dengan alasan membenci nasibnya. Orang-orang semacam ini, sangat pandai berkilah dan bersilat lidah. Bukan hanya bibirnya saja yang menjadi malapetaka, tetapi raut wajah tanpa dosa yang sengaja ia rancang guna menaklukkan hati lawannya yang lemah. Kata ampun sudah menjadi senjata umum bagi mereka yang gemar berpetualang di dalam dunia kelam. Entah itu penjahat baru, maupun ahli demi menutupi kesalahan mereka. Kerap kali, kata khilaf, menjadi senjata kedua yang membuat mereka menjelma sebagai korban busuk berbingkai kejahatan. Taktik dan trik semacam ini, sudah Ken pelajari dari pendidikannya. Sehingga tak mudah bagi manusia sekelas Elo untuk menutup matanya. Sebab, hati Ken lebih tajam dari pada sebilah pisau yang selalu diasah. Nam

