Jantung pria baya itu, seakan terhempas oleh bulir-bulir air mata Rania yang masih saja menetes bersama ratapan kecil saat keluar dari bibir mungilnya. Padahal, wanita itu tengah berada diantara sadar dan tidak. Namun tetap saja, ia masih dapat merasakan luka. Setelah Elo dipaksa keluar dari rumah mewah ini, orang-orang berbondong-bondong untuk menggendong dan membantu Rania ke dalam kamarnya. Wanita itu terkulai lemas di depan kursi roda, akibat menahan pukulan perasaan yang menghantamnya hingga ke dasar jiwa. Banyak sekali rasa sakit yang ia derita, hingga memenuhi seluruh rongga hatinya yang rapuh. Sementara tuan Husain, ia merasa hari ini seperti kiamat. Terutama ketika melihat putrinya Rania, yang baru saja tampak mengembangkan senyum beberapa jam yang lalu, tetapi kini sudah harus

