Perasaan Ken benar-benar penuh terhadap Kalila saat ini. Air mata wanita itu menyadarkannya akan rasa yang bersemayam di dalam jiwa dan telah lama tertinggal. Ketika melihat wanitanya dalam keadaan tertekan dan penuh kesakitan, hati Ken menjerit. Seakan ia ingin menebas kepala pria yang menjadi sumber perkara di dalam kehidupan Kalila. Di dalam gendongan Ken, Kalila tampak memejamkan mata, seolah ia sudah memasrahkan hidupnya kepada pria kekar pemilik wajah rupawan ini. Ken pun dapat merasakan apa yang Kalila rasa. Tanpa memperhatikan sekitar, tanpa bertanya, Ken langsung membawa Kalila ke kediamannya. Setibanya di kamar pribadi miliknya, ia langsung mengurus wanita itu seperti bayi. Kenangan ketika almarhum kakaknya mengasuh dirinya, terbayang kembali. Semua itu, ia tularkan kepada Kali

