Pertemuan Yang Membara

2145 Kata

Teriakan kerinduan dihari ini, terdengar lebih menyakitkan dari pada sebelumnya. Perlahan namun pasti, riak rindu itu menjilati pikiran Kalila dan berkelana di dalamnya. Sampai-sampai, ia memimpikan kekasihnya yang telah lama tak tampak. Meskipun wajah Kalila terus memaksakan sinarnya, tetapi mata penuh rasa itu masih tak dapat ditutupi dengan lensa tawa. Setelah melewati masa-masa yang berat dengan segudang pekerjaan yang ditinggalkan oleh Elo, Kalila tertidur pulas. Rasanya, seluruh tubuh itu remuk, dan sakitnya hingga ke ujung saraf. Apalagi ketika ia mengetahui bahwa begitu banyak permainan selama ini. Papanya telah ditipu mentah-mentah dan ia sangat geram. Sambil memendam amarah, Kalila terus berupaya untuk menyelesaikan tugasnya. Ia ingin semua ini berakhir dan tuntas dengan seger

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN