Mita yang menatapnya sedari tadi menunggu cerita darinya. Armanpun menghela nafas panjang sebelum memulai cerita karangannya. “Jadi semalam selesai aku antar kamu, saat aku menuju perjalanan pulang, di jalan ada seorang cewek yang lagi mau di ambil tasnya, saat itu dia lagi tarik menarik sama penjambretnya, aku turun dari mobil bantuin cewek itu dan ternyata penjambret itu bawa pisau, kenalah tangan aku.” “Astagfrullah ... !!! kok kamu enggak ngabarin aku semalam?” “Udah larut malam, aku takut ganggu kamu juga, lagian cuma luka begini buat laki-laki mah enggak kenapa-kenapa.” Arman mengakhiri ceritanya dengan senyum. “Kita berangkat sekarang ya?” Arman mulai menginjak gas mobilnya dan menuju retorannya. “Iya, Ada-ada saja kamu. Lalu penjambretnya berhasil enggak ngambil tasnya? Kan ka

