Kevinpun kaget melihat kedatangan Mita. Mita menahan tawanya melihat Kevin. “Kamu ngapain malam-malam ngaca?” Pertanyaan Mita membuatnya sedikit menjadi salah tingkah, Kevin menggaruk-garuk tengkuknya. “Terserah saya mau ngaca kapan saja. Ini kaca saya, ini rumah saya. Ada masalah denganmu?” “Tidak-tidak.” Mita mencoba menahan tawanya dengan menutup mulutnya dengan satu tangannya. “Apa Mita mendengar apa yang aku katakan tadi?” tanya Kevin dalam hatinya yang semakin gelisah. “Ngapain kamu ke sini?” Kevin menghampiri Mita yang masih berada di depan pintu kamarnya saat itu. “Ini, besokkan aku libur. Aku mau ajak kamu ke pecel ayam yang waktu itu aku bilang enak. Gimana?” “Hanya untuk mengatakan hal itu?” tanya Kevin kesal. “Iya,” angguk Mita. Kevin menghela nafas nya. “Sudah sana p

