Bab 80.

1901 Kata

“Tidak ada yang suka dijadikan b***k, Pak Sultan. Dan aku tidak mau kelak anakku ikut merasakan seperti apa rasanya diperlakukan sebagai budak.” “Terima kasih makanannya. Akan kuingat, setidaknya ada kebaikan yang pernah kamu lakukan.” Setelah merasa cukup menyuarakan isi hatinya, Kansa mengambil tas—berniat untuk pergi. Kansa sudah hendak mengangkat pant*tnya saat suara Sultan terdengar. “Kamu salah paham. Tolong dengarkan aku dulu.” Sultan mencegah Kansa yang sudah hendak berdiri. Pria itu menghembus napas lega begitu Kansa mengembalikan perhatian padanya. Sultan memasukkan sebanyak mungkin oksigen. Dadanya terasa begitu sempit, seolah paru-parunya tidak bisa berfungsi dengan baik. Mendengar kalimat-kalimat yang Kansa ucapkan, jujur saja Sultan merasa ditampar berkali-kali. Semua yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN