Pria di depan Kansa menutup buku di tangan lalu meletakkan ke atas meja. Kansa sempat melirik buku yang membuatnya penasaran. Tidak lebih dari dua detik. Kansa sudah mengembalikan fokus pada calon kliennya. Sepasang mata Kansa mengedip begitu mengetahui buku apa yang berhasil membuat perhatian pria di depannya ini begitu fokus. “Begini—” Pria itu pun tidak melanjutkan rasa penasarannya. Ia memilih menjawab pertanyaan Kansa yang dikenalnya dengan nama Green Peace. “Salah satu teman saya ada yang pernah menyewa jasa anda. Saya juga tertarik untuk menggunakan jasa anda.” Kansa menggerakkan kepala turun naik. Kansa sudah fokus pada calon kliennya. “Saya ingin anda membantu saya menguatkan security sistem di perusahaan saya.” “Oh … bisa.” Pria di depan Kansa tersenyum. “Kalau begitu, bis

