Sungguh, Marita tidak rela uang putranya keluar untuk si anak babu. “Itu gila, Pa. Berapa yang harus dibayar untuk menyewa seorang detektif? Sudah berapa banyak uang yang Sultan hambur-hamburkan untuk perempuan miskin itu? Aku tidak rela, Pa. Tidak rela.” “Sialan anak babu itu. Aku membencinya. Aku ingin dia hilang di telan bumi. Jangan pernah lagi muncul di depan Sultan.” Marita menyerongkan posisi duduk hingga lebih leluasa bertatapan dengan suaminya. “Pa … Bagaimna kalau kita sewa orang untuk menyingkirkan anak babu itu selamanya? Kurasa hanya itu cara supaya Sultan mau membuka hatinya lagi.” “Hari ini saja dia menolak bertemu dengan kandidat yang susah payah Mama pilih.” Marita belum berhenti bicara. "Bagaimana, Ma?" “Apa kamu masih mengharapkan Nabila?” “Tentu saja. Tapi sebelu

