Bab 109.

2108 Kata

“Wa’alaikum salam. Kamu dimana, Sayang? Nanti jam 10 aku pulang. Kamu mau aku bawakan apa?” Kansa terdiam. Tangan kanannya menggenggam ponsel lebih kuat. Degup jantung yang sudah payah ia coba tenangkan, seketika menggila. Apa yang baru saja Sultan katakan? Jam 10 dia mau apa? Kansa kesulitan menenangkan rontaan di dalam d*da. “Sayang ….” Kansa menelan ludah yang terasa mengeras hingga ia kesulitan hanya untuk menelannya saja. “I-i-iya.” Dan Kansa kehilangan ketenangannya. Menjawab terbata hanya untuk satu kata ‘iya.’ Membuat orang yang sedang tersambung dengannya langsung mengernyitkan kening. “Kamu kenapa? Sakit?” tanya Sultan mulai cemas. Pria yang sedang duduk di dalam mobil itu menegakkan punggung. Membuat klien yang bersamanya menatap penasaran. “Ti-tidak.” Kansa mendesah dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN