"Bagaimana? Mau pulang?" Sumi kembali bertanya. Orang-orang sudah berjalan menjauh. Kansa segera memasang tas ransel ke punggungnya, sementara tas kulit sudah ter selempang di bahu kanan. Sumi menatap sang putri, seolah ingin memastikan apakah keputusan yang diambil putrinya sudah sesuai dengan keinginan hati putrinya. Sumi tidak ingin suatu saat nanti Kansa menyesali keputusannya. Dan sebagai seorang ibu, dia sudah berjanji akan selalu mendukung apapun keputusan sang putri. Bahkan jika keputusan itu akan membuatnya kecewa sekalipun. “Ayo, Bu,” ajak Kansa seraya berdiri. Kansa menoleh, meraih sebelah tangan ibunya dengan tangan kiri lalu mengajak wanita tua itu berjalan bersama. Sementara tangan kanan Kansa sudah memegang tiket dan dokumen yang diperlukan untuk pengecekan terakhir sebel

