Si Putih Bab 40 : Ditantang "Bang, aku kangen kamu," bisik seorang wanita. Segera kubuka mata dan ternyata aku sedang bersama dia--wanita bergaun putih yang kemarin menikah denganku. Eh, kapan, ya, itu? Otak mendadak error, apalagi berada sedekat ini denganya. Debaran di jantung ini bertalu dengan sangat cepat. "Abang .... " ucapnya dengan hembusan napas yang bisa kurasakan. Napasnya wangi dan menyegarkan, membuat hasrat naik ke ubun-ubun saja. Apalagi wajahnya sedekat ini denganku. Melihat bibir mungilnya, aku semakin tak bisa untuk menguasai diri. Aku tak kuasa lagi, tak tahan rasanya, apalagi napas ini mulai terengah-engah. Langsung saja kurengkuh bibir merona itu dan menikmatinya. Adegan semakin panas saat dia membalasnya. Agh, aku semakin tak bisa menguasai diri dan kejadian mala

