"Xavier!" Suara barithon itu menghentikan langkah kaki Xavier. Dia diam menunggu tanpa membalikkan tubuh kekarnya. Ya segitu angkuhnya Xavier hingga untuk menjawab panggilan orang pun enggan. Lalu pria itu menghampiri sang adik. Dia meneliti penampilan adiknya itu mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tidak ada yang berbeda, Xavier mengangkat alisnya sebelah, menatap heran pria yang berada di hadapannya. "Kamu sehat Vier?" Tanya pria itu khawatir. Xavier mendengus sebal. Tapi tidak dengan pria itu yang malah terkekeh melihat wajah kesal sang adik. Lalu pria itu pun merengkuh bahu kekar sang adik. "Ngapain kakak ke sini?" Tanya Xavier datar pada Arshaka. "Menjengukmu! Aku khawatir kamu malah sakit gara-gara minuman haram itu!" Jawab Arshaka. Xavier hanya diam menatap kakak

