Setelah mengatakan hal itu. Meylan segera beranjak dari sana, membawa sejuta luka yang menganga. Dirinya tidak percaya jika pria yang ia pilih, ternyata tidak lebih dari seorang pengecut. Meylan terus berjalan hingga kini ia berada di apartemen yang biasa ia tinggalin selama di negara A. Meylan mendapatkan apartemen itu dari Alex, karena selama ia berada di sini pria itulah yang menjamin keberlangsungan hidupnya. Meylan merasa ini semua hanyalah mimpi, sebuah mimpi buruk. "Apa yang harus aku lakukan! Apa jika aku kembali pada Xavier, dia masih mau menerimaku!" Lirih Meylan. Pikirannya menerawang jauh. Ke kejadian beberapa bulan lalu, ketika ia pertama kali berkenalan bersama Alex. Dan juga ketika pria itu merayunya untuk pergi meninggalkan hari pernikahannya. "Sayang!" Panggil Xavi

