Tangisan masih terdengar di ruangan apartemen yang sunyi itu. Tangisan itu terdengar pilu dan menyayat hati. Siapa saja yang mendengarnya pasti akan merasakan iba dan juga kasihan. "Kamu tega Lex! Tega merusakku, dan sekarang setelah kau puas. Kau membuangku begitu saja layaknya sampah yang sudah tidak bisa lagi di pakai! Aku sudah tidak berharga," lirih Meylan dengan tangisan yang tiada berhenti. "Apa yang harus aku lakukan," lanjut Meylan lalu ia mengambil ponselnya yang berada di atas meja. Ia akan mencoba menelepon sang kakak. Semoga kakaknya mau menolong dan membawa dirinya pulang ke negaranya. Meylan sudah memutuskan dia akan kembali lagi ke negaranya, dan dia juga akan berusaha kembali mendekati Xavier. Apapun yang terjadi. Meylan harus kembali dengan Xavier. Bila perlu diri

