“Makan dulu” Rachel baru saja selesai menyantap makan malamnya dan ia langsung menyodorkan makan malam yang dibelikan Arga kepada Lusi karena ia tahu bahwa wanita itu tak kunjung makan sejak semalam. Semalam dan siang ini, dokter memang menganjurkan Lusi untuk minum s**u saja supaya perutnya lebih terisi, karena untuk makanan berat, masih sulit untuk wanita itu konsumsi sebab luka pada lehernya yang memengaruhi saraf di dalamnya. Lusi masih membuang pandangannya ke arah lain setiap kali ada yang mengajaknya bicara, sekalipun itu Arga sendiri. Arga keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih segar, sebab ia baru saja selesai mandi. Hari ini, jadwal Arga di kampus memang cukup padat hingga ia pulang lebih sore dari biasanya, dan ketika pulang, ia langsung membelikan tiga bungkus nas

