47

1837 Kata

Rachel menyatukan tangannya di d**a dan berulang kali berdoa kepada Tuhan supaya semuanya baik-baik saja. Ia benar-benar ketakutan dan masih belum bisa menyadarkan dirinya dari rasa bersalah. Ia tidak tahu harus melakukan hal apa selain berharap kalau dokter akan keluar dari ruang periksa dan memberitahukan padanya, bahwa Lusi baik-baik saja. Ceklek Rachel menoleh saat mendengar suara pintu yang terbuka dan dokter keluar bersama suster yang mendampinginya. Wanita itu segera berdiri dan menatap dokter dengan penuh harap “Gimana keadaan pasien, dok?” tanyanya buru-buru. “Pasien masih sempat sadarkan diri sebentar, tetapi kembali pingsan. Sepertinya pasien masih merasa sangat terkejut dan belum bisa mengendalikan dirinya. Perutnya juga mengalami keram karena sistem peredaran darah yang se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN