setelah 20 menit listrik kembali nyala, Jaein masih nyaman dalam pelukan Jiyoung.
''EKHMMM'' Jangmi tiba-tiba muncul dari balik pintu dan mengejutkan Jaein dan jiyoung, mereka langkung melepas pelukannya dan jadi salah tingkah, Jangmi memang sangat suka mengejek Jaein.
'' a aku haus, ayo minum'' Jaein menarik tangan Jiyoung untuk keluar kamar nya, ia memberikan segelas air untuk Jiyoung, mereka duduk di ruang tamu dengan suasana canggung.
'' mau jalan-jalan ?'' tanya Jiyoung memecah keheningan.
'' kau yakin mau keluar ? gimana nanti kalau ada paparazi ? jawab Jaein ragu-ragu.
Jiyoung memikirkan kembali perkataan Jaein, ia takut jika Jaein ikut terseret dalam masalahnya jika mereka terlihat bersama oleh publik.
'' mau pesan ayam? aku ada banyak bir di kulkas'' Jaein memesan ayam melalui handphone nya, Jiyoung selalu mengiyakan apa yang Jaein pesan.
''Aku mau ke kafe ya'' Jangmi keluar dari kamar nya dan sudah berpakaian rapih.
''kau yakin ? memang udah merasa baikan ?di luar juga masih hujan '' tanya Jaein heran.
'' udah, tenang aja, aku kan naik mobil'' jawab Jangmi sambil memakai sepatu nya.
'' daaahh aku pergi dulu''
'' hmm hati-hati'' ucap Jaein dan Jiyoung bersamaan.
Sambil menunggu makanan mereka datang, Jaein menyiapkan bir dan gelas di ruang tamu, mereka mengobrol santai sambil sesekali tertawa, Jaein belum pernah melihat Jiyoung tertawa lepas seperti hari ini, ia merasa sangat nyaman jika bersama Jiyoung.
tak lama ayam yang di pesan Jaein datang, mereka makan dan minum sampai larut malam, Jangmi sengaja tidak pulang dan menginap di rumah kakak laki-laki nya Park Seung Woo, ia sengaja tidak pulang agar Jaein dan Jiyoung memiliki waktu bersama lebih lama.
Tiga tahun lalu SeungWoo menyukai Jaein, namun Jangmi langung memberi pengertian kepada kakak nya kalau Jaein hanya menyukai jiyoung, awal nya Seungwoo tetap nekat mendekati Jaein, namun Jaein jarang merespon nya hingga pada akhir nya ia menyerah sendiri dan mendengarkan nasihat Jangmi.
23.00pm
Jaein sudah mulai mabuk terlebih dulu, Jiyoung yang memperhatikannya belum mabuk sama sekali ia memang cukup kuat mium.
'' sudah cukup, kau sudah mabuk memang besok kamu ngga pergi kerja ?'' tanya Jiyoung pada Jaein, ia mengambil gelas di tangan Jaein
'' Kim Jiyoung '' Jaein yang mabuk mendekati wajah nya ke wajah Jiyoung.
'' besok hari sabtu, tanda nya apa ? besok liburrr yeeyyyyyy!''
DUARRR!! tiba-tiba muncul suara petir dan hujan lebat , Jaein yang kaget langsung reflek memeluk Jiyoung dengan sangat erat, Jiyoung membalas pelukan Jaein dan menenangkannya kembali. Ia mengelus kepala Jaein dengan lembut dan menepuk-nepuk pelan pundak nya.
'' Jiyungiee'' panggil Jaein
'' hmmm''
'' aku ngantuk, menginap disini, di luar hujan lebat kau juga nggak bawa mobil '' setelah itu Jaein langsung jatuh tertidur di pundak jiyoung.
Jiyoung hanya tertawa kecil melihat Jaein yang mabuk, ia langsung menggendong Jaein ke kamarnya dan membaringkannya di atas tempat tidur, ia menarik selimut dan menutupi kaki hingga pundak Jaein, ia mengambil selimut lain dan bantal untuk tidur di lantai sebelah Jaein.
Esok hari 08.20am
UWAAHHHHH !! Jaein mengulat di atas tempat tidur nya.
''Jam berapa ini ? '' ia melirik jam kecil di samping tempat tidur nya.
'' hmmm wangi telur dadar?'' Jaein bangun dari tempat tidur nya dan menuju kamar mandi di kamar nya untuk cuci muka dan sikat gigi, setelah itu ia keluar dari kamar nya, ia terkejut saat melihat Jiyoung ada di dapur nya sedang membuat sarapan
'' kau sudah bangun'' sapa Jiyoung
'' i i iyaa, kenapa kamu ada disini?'' tanya Jaein heran
'' hmm ? bukannya kamu yang suruh menginap?'' jawab Jiyoung santai
'' ayo sarapan dulu, aku buat telur dadar sama sup pereda mabuk'' jiyoung menarik tangan Jaein duduk di kursi meja makan, mereka sarapan dengan suasana canggung.
'' Jaein '' Jiyoung tiba-tiba memecah keheningan di meja makan.
''hmmm ?''
'' setelah ini antar aku pulang ya''
'' ISH ! ku kira ada apa'' ucap Jaein jengkel, Jiyoung hanya tersenyum kecil, ia juga suka meledek Jaein seperti itu.
Mereka sudah selesai sarapan, Jaein bersiap mandi setelah itu mengantar Jiyoung pulang, Jiyoung membantu Jaein membereskan meja makan dan mencuci piring kotor bekas mereka makan.
Selama di perjalanan pulang mereka hanya diam tanpa sepatah katapun, Jaein yang dari tadi diam memikirkan kejadian tadi malam , Jaein yang tidak sadar saat bangun mendapati diri nya sudah di kamar karna ia hanya ingat masih di ruang tamu bersama Jiyoung sedang makan, ia takut jika ia bicara yang aneh-aneh atau berbuat hal aneh kepada Jiyoung.
Jiyoung menghentikan mobil nya di depan gedung apartemen yang nampak cukup mewah dari luar.
'' Kita sudah sampai, mau mampir ?'' tanya Jiyoung yang memecah keheningan di antara mereka
'' umm.. lain kali aku akan mampir, hari aku mau ke kafe dengan Jangmi'' Jaein berbohong karna gugup, ia jadi benar-benar harus ke kafe agar Jiyoung tidak curiga, Jaein pindah ke kursi pengemudi, ia menunggu Jiyoung masuk ke dalam gedung dan pergi ke Kafe.
'' semalam aku ada bicara yang aneh-aneh ga ya?'' '' DUHHH !! bisa-bisa nya aku mabuk di depan Jiyoung '' Jaein yang masih mengomel dalam hati sepanjang jalan.
Jaein tiba di kafe, ia masuk dan mendapati Seungwoo yang sedang menjaga di kasir bukan Jangmi
'' Seungwoo? tumben kamu kesini, Jangmi kemana ?'' tanya Jaein Cuek
'' Jangmi pulang kerumah ibu, jadi aku yang gantiin dia hari ini, kamu ngga keberatan kan ?'' Seungwoo menyeruput kopinya santai, ia juga sangat mengenal Jaein , Jangmi sering mengajak Jaein kerumahnya sejak mereka smp.
14.30pm
'' Kau sudah makan ?'' tanya Seungwoo
'' hmm belum'' Jaein sedang sibuk dengan laptopnya, ia bahkan tidak berminat berbicara banyak dengan Seungwoo.
Seungwoo hanya bisa memperhatikan Jaein dari balik meja kasir, ia tau Jaein akan menolak kehadirannya sehingga ia tak berani mendekati nya.
TINGTONG! Suara bel pintu kafe yang berbunyi saat ada orang yang membuka, seorang pria tinggi memakai masker hitam dan topi putih memasuki kafe Jaein
'' Kim Jiyoung '' Jaein yang terkejut senang saat melihat Jiyoung datang, tentu saja dia langsung mengenali pria itu. Seungwoo tidak terkejut saat melihat Jaein dan Jiyoung bertemu karna Jangmi sudah memberitahunya saat Jangmi menginap semalam, itu menjadi satu alasan Seungwoo menggantikan Jangmi ke Kafe, suasana hati nya tiba-tiba berubah muram melihat kedekaan Jaein dan Jiyoung.
'' Ayo keruanganku'' Jaein mengajak Jiyoung naik ke ruangannya, Jiyoung hanya mengikuti di sampingnya
'' kenapa perubahan suasananya sangat drastis, tadi dia hanya diam saja, sekarang bisa tersenyum seperti itu, cihhhh '' Seungwoo hanya bisa mengoceh setelah Jaein dan Jiyoung naik ke lantai 2.
'' Kenapa kesini? aku ingin mengajakmu makan siang''
'' Kenapa kamu ngga bilang dari tadi ? mau makan dimana ?'' Jaein tampak sedikit kesal
'' Apartemenku, ibuku tadii mengirim banyak makanan, kau pasti rindu sama masakan ibuku'' Jaein terkejut saat mendengar Jiyoung mengajaknya ke Apartemennya.