bc

Love, Friend Zone and Scandals

book_age16+
0
IKUTI
1K
BACA
friends to lovers
scandal
drama
sweet
city
highschool
first love
friendship
actor
lawyer
like
intro-logo
Uraian

''Bisakah kau mengatakan bahwa kau mencintaiku, sekali saja ? '' JaeIn menatap dalam mata Jiyoung mencari jawaban dalam tatapan sendu Jiyoung yang hanya berjarak 30cm dari mata JaeIn. Sudah 10 menit mereka bertatapan tanpa mengucapkan sepatah kata pun, hanya suara ombak yang mengisi kebisingan di antara Mereka.

Han Jaein, gadis itu sudah tampak dewasa setelah 10 tahun tidak bertemu dengan Kim Jiyoung

seseorang yang sangat penting bagi Jaein sejak ia berusia 10 tahun.

Kim Jiyoung, pria itu terlihat lebih dewasa dan tampan sejak 10 tahun lalu, Jiyoung memulai karir nya sebagai salah satu anggota boygrup di tanah kelahirannya Korea Selatan, hingga pada saat Skandal yang menimpa nya seorang diri, ia di pertemukan kembali kepada Han Jaein gadis kecilnya yang sangat ia rindukan selama 10tahun .

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 – 2005 Sekotak susu. Awal dari segalanya
Kamis 12 May 2005, 11.25 am ,Gunpo Seoul, Korea Selatan. BRUKKK !! Pintu apartemen unit 112 terbanting keras, seorang anak laki-laki berusia 12 tahun berlari keluar sambil menahan airmatanya jatuh ke lantai. ‘’ CUKUP !! AKU MUAK DENGAN PERNIKAHAN INI !’’ teriak seorang wanita paruh baya terdengar hingga lorong apartemen. ‘’ JANGAN KAU PIKIR KAU SAJA YANG MUAK ! KAU SELALU MERIBUTKAN MASALAH UANG, UANG DAN UANG ! MARI KITA BERCERAI, AKU AKAN KELUAR DARI SINI, KAU BISA BAWA ANAK ANAK ! ‘’ ucap seorang pria paruh baya dengan nada tinggi dari dalam apartemen. Pria itu mengemasi barang barang nya dengan koper besar dan bergegas pergi dari apartemen, dengan cepat bayangannya pun mulia menghilang dari balik pintu. Suara isak tangis dari wanita paruh baya itu terdengar dari dalam kamar ‘’ Ibu ‘’ panggil seorang anak kecil yang baru berusia 6 tahun, ‘’ Ibu baik-baik saja ? Apa ayah memukul ibu lagi ?’’ ‘’ Sohyeon,ibu baik-baik saja ‘’ wanita paruh baya itu mengelus kepala sohyeon sambil tersenyum sambil memandang sohyeon dengan mata sembab nya ‘’ kamu mau makan ? ibu buatkan telur dadar gulung ya’’ wanita itu menggandeng tangan mungil sohyeon sambil berjalan ke dapur, iya menyiapkan makanan untuk putri kecilnya itu. ‘’ Ibu, oppa kemana ? ‘’ ‘’Jiyoung pergi bermain dengan teman-temannya di luar’’ wanita itu tersenyum sambil menaruh masakannya di atas meja. Wanita itu memandangi sohyeon kecil yang sedang makan, ia merasa kasihan dengan Sohyeon karna di usianya yang masih 6 tahun, Sohyeon harus sering mendengar pertengkaran nya dengan mantan suami nya. Mantan suami ? seperti itu lah yang di fikirkan wanita itu, karna bagi nya saat suami nya pergi meninggalkan Dia, Sohyeon dan Jiyoung pria itu sudah bukan lagi suami nya. 13.17 pm Jiyoung duduk sendiri di rooftop apartmen, tempat itu sudah seperti basecamp bagi Jiyoung setiap kali dia ingin sendiri merenung atau menenangkan diri saat orang tuanya bertengkar seperti tadi pagi. Muak ? sangat, Jiyoung sangat muak engan keaadaan keluarga nya sekarang tapi Jiyoung tidak bisa melarikan diri dari rumah karna dia sangat menyayangi adik kecil nya dan ibu nya, Jiyoung ingin melindungi Ibu dan Adik nya dari ayahnya yang sangat kasar. Suara pintu besi yang sudah mulai berkarat berbunyi perlahan, seseorang membuka pintu itu dengan hati-hati. Jiyoung terduduk tegang karna khawatir jika ayah nya naik ke lantai 26 apartmen mencari Jiyoung. ‘’ Apa yang kau lakukan di atas sini ? ‘’ tanya seorang gadis berusia10 tahun itu, tubuh Jiyoung melemas saat tau jika yang membuka pintu itu bukan ayah nya, Jiyoung mulai menarik nafas pelan menenangkan dirinya ‘’ Bukan urusan mu, mau apa anak kecil naik ke lantai 26 apartemen? apakau tidak takut ketinggian? disini berbahaya, anginnya kencang’’ Jiyoung berbicara ketus dengan tapan datar pada anak gadis itu. ‘’ Aku baru pertama kali naik ke sini, ternyata bagus pemandangannya, aku suka’’ gadis itu berjalan menghampiri Jiyoung dan duduk di sebelah Jiyoung ‘’ Kau mau s**u kotak ? aku bawa dua tapi hanya ada rasa strawberry, minumlah’’ gadis itu mengulurkan tangannya memberikan s**u kotak yang di pegang nya kepada Jiyoung, gadis itu terlihat ceria dengan senyumnya yang lebar dan rambut nya yang di kuncir dua. Jiyoung mengabaikan uluran tangan gadis kecl itu, ia terus menatap pemandangan gedung-gedung di sekitarnya dengan tatapan datar. ‘’ pergilah, sebelum orang tua mu mencari mu ‘’ hanya itu yang di ucapkan Jiyoung kepada gadis itu sebelum akhir nya gadis itu meninggalkan Jiyoung sendiri, Jiyoung meliha kebelakang untuk memastikan gadis itu sudah benar benar pergi. Jiyoung menunduk meliha ke samping nya tempat gadis itu duduk, ada sekotak s**u strawberry yang di tinggalkan gadis itu untuk Jiyoung, ia mengambil kotak s**u itu dan memandangi nya sebentar sebelum ia meminumnya dengan perlahan. ‘’ Enak kan ? kurasa kau juga menyukai s**u strawberry ‘’ Jiyoung tersentak kaget mendengar suara gadis itu dari belakangnya ‘’ bukankah aku sudah menyuruhmu pergi ? ‘’ Jiyoung menatap gadis itu dengan heran ‘’ kan sudah ku bilang kalau aku suka disini ‘’ gadis itu menjawab Jiyoung dengan cuek sambil meminum s**u di tangannya ‘’ Han Jae In ‘’ Gadis itu mengulurkan tangan kanannya kepada Jiyoung, Jiyoung menatapnya heran dan tetap mengabaikan uluran tangannya, gadis itu menarik kembali tangannya dengan tidak perduli bahwa Jiyoung masih mengabaikannya. ‘’ Kau tinggal di unit 112 kan ? aku tinggal di unit 115 kita ini tetangga tapi kenapa aku jarang melihat mu ? ‘’ gadis itu terus berbicara dengan Jiyoung tanpa memperdulikan Jiyoung mendengarkan nya atau tidak. ‘’ Anak kecil kau sungguh cerewet ‘’ Jiyoung memotong pembicaraan gadis itu dan beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan gadis itu sendiri. ‘’ Terimakasih s**u nya’’ hanya itu yang di ucapkan jiyoung sebelum tubuhnya menghilang dari balik pintu besi itu. Gadis itu tersenyum lebar saat mendengar kata terakhir dari Jiyoung. 14.10 pm Jiyoung kembali ke unit apartmen nya dan mendapati fakta bahwa ayahnya sudah pergi meninggalkan dia , ibu dan adik nya. Senang ? terntu saja, tapi di sisi lain Jiyoung semakin merasa terpuruk karna ia mengetahui jika ibu nya harus berkerja lebih keras lagi untuk biaya hidup mereka ber tiga. ‘’ Ibu, ibu baik-baik saja ? maaf aku tidak bisa melindungi ibu‘’ hanya itu yang bisa Jiyoung ucapkan kepada ibu nya. ‘’ Jiyoung, kemarilah ‘’ wanita paruh baya itu memanggil Jiyoung untuk duduk di sampingnya ‘’ Ibu baik-baik saja, sangat baik malah ‘’ wanita itu tersenyum sambil mengusap kepala Jiyoung dengan lembut ‘’ Jiyoung, bisa kamu berjanji pada ibu ? Jaga Sohyeon dengan baik, lindungi Sohyeon saat ibu bekerja, Kakek akan tinggal disini, ibu meminta kakek untuk disini menjaga kalian ber dua, ibu kan kembali bekerja sebagai perawat di rumah sakit.’’ wanita itu menatap Jiyoung dengan lembut ‘’ ibu yakin ? bagaimana jika nanti ibu bertemu dengan ayah lagi ? biar aku saja yang bekerja, aku bisa mencari pekerjaan paruh waktu di Supermarket , kafe, atau restoran, ibu di rumah saja ya ‘’ Jiyoung sangat khawatir jika suatu saat ibu nya bertemu dengan ayahnya, Jiyoung takut jika ayahnya kembali melukai Ibu nya. ‘’ Jiyoung dengarkan ibu, ibu mau kamu selesaikan sekolahmu dulu, ibu ingin kamu kuliah, bukankah kamu janji pada ibu kamu ingin sekolah hukum ? kamu ingin jadi jaksa atau pengacara kan, tolong dengarkan ibu ya, kali ini aja, ibu sayang sama Jiyoung dan Sohyeon’’ wanita itu memeluk Jiyoung sambil menahan airmata nya agar tidak jatuh, ia tidak ngin menangis di depan putra nya .

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook