Chrissy menunggu kedatangan Hazel dengan was-was. Aram, ayahnya, sama sekali tidak mengizinkan Chrissy untuk meninggalkan rumah barang sedetik pun. Jadi, Hazel mengusulkan agar sepupunya itu pergi diam-diam di malam hari, sesudah keberangkatan Aram ke Amerika. Chrissy menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan situasi aman. Tak berselang lama, Hazel meneleponnya. "Aku sudah menunggumu di depan. Cepatlah!" Chrissy mematikan teleponnya, memasukkan ponselnya ke tas punggung kecil berwarna hitam yang akan ia bawa. Kemudian, Chrissy melemparkan kain seprai yang telah ia pilin dan ikat hingga membentuk tali panjang yang cukup kuat, untuk membantunya turun dari lantai dua melalui jendela kamarnya. Ujung talinya Chrissy ikatkan ke ti

