Kenapa dunia begitu sempit, hingga sering mempertemukan kami berdua. Mas Aris menghampiriku, dia memasukkan ponsel yang tadi menempel di telinga ke dalam saku. "Mas, ngapain di sini?" tanyaku balik. "Di telpon sama dealer, kalau mobil pesanan mas, sudah datang. Keluaran terbaru." "O." Bibirku membulat. Mobil keluaran terbaru ya ya ya ... penjelasan yang cukup detail. "Sayang, ngapain disini?" Tanpa rasa canggung atau pun sungkan Mas Aris mrmanggilku dengan panggilan Sayang. Astaga ya ampun, orang ini. Semakin hari kenapa semakin menyebalkan. "Berhenti panggil Rena, Sayang!" Aku sedikit melebarkan mata, aku tak suka dengan panggilan itu, darinya. "Aku lupa cara memanggilmu, selain itu." Mas Aris bicara dengan ringan, seolah itu normal. "Sayang," panggilku ke arah Kelvin yang sedan

