"Kemana?" tanya Kelvin kemudian. "Terserah, yang penting kita bisa bicara dengan nyaman dan leluasa." Aku menjawab. Kelvin mengangguk kemudian. Kelvin membukakan pintu mobil untukku, aku segera masuk. Sesaat kemudian tukang suntik itu sudah berada di balik setir kemudi. Mobil mulai bergerak pelan, membaur dengan kendaraan lainnya di jalan raya. Aku tak tau Kelvin membawaku kemana, hanya saja mobil mengarah sesuai jalur untuk pulang. "Ramai yah, hari ini?" Kelvin mulai membuka kembali percakapan. "Alhamdulillah, semakin hari makin bagus penjualannya, naik terus," jawabku membenarkan. "Ada rencana buat ekspansi?" Kelvin kembali bertanya. "Adalah pastinya, pelanggan semakin hari makin banyak. Sayang kan kalau kita sampai nggak bisa ambil peluang yang datang." Aku menjelaskan. Sema

