"Maaf, maaf karena aku selalu bikin kamu kecewa Ham. Maaf." Perempuan itu menangis dipelukan suaminya, sedangkan Ibunya hanya bisa memandang menantunya yang terlihat menyedihkan sama halnya dengan apa yang dirasakan istrinya, namun wanita itu mencoba menguatkan menantunya, setidaknya menjadi tempat sandaran yang kuat bisa sedikit mencairkan rasa sesak orang lain, meskipun dirinya sendiri ikut rapuh. "Tidak. Tidak ada yang dikecewakan." Ucap Ilham, meski nada suaranya biasa saja tapi siapa yang tahu kalau perasaannya sesakit yang dirasakan Rumi. "Aku ingin sendiri." Rumi melepas pelukannya, dan segera beranjak berdiri. Meninggalkan Ilham dan Maila yang memandangnya dengan nanar, juga menyisakan Zufar dan Sarah yang baru datang. Terlihat sekali kebingungan diwajah mereka. Wajar, Rumi pergi

