"Sarah, kamu harus istirahat dulu. Sudah seharian kamu tidak tidur." Wanita paruh baya sedang mengelus-elus lengan perempuan yang sedang duduk disamping ranjang, lingkaran hitam terlihat sekali menghiasi mata bulatnya, sekedar memejamkan mata saja ia enggan. Karena pada saat kegelapan yang mulai memenuhi penglihatannya, bayangan tragedi yang terjadi kemarin malam itu kembali menghantuinya. Tepat saat kepulangan mereka dari pondok pesantren, entah kenapa Naufal begitu baik dengannya sampai mau satu mobil dengannya, mungkin sebagai orang yang sudah halal hal itu sudah biasa, tapi bagi Sarah itu hal yang tidak biasa, laki-laki itu mau satu mobil dengannya. Namun naas-nya kejadian itu menghancurkan kebahagiaannya seketika, ketika mobil yang ia tumpangi dengan Naufal melaju dengan kencangnya ta

