PART 17 – YANG TERAKHIR 1

1175 Kata

"Jangan karena sekarang ada Kak Zufar, lo bisa seenaknya ya. Gue nggak akan maafin lo, apalagi kebusukan lo." Adibah mencoba menyentuh dadanya, menguatkan hatinya agar tetap tahu diri bahwa apa yang dikatakan perempuan didepannya semata hanya karena rasa sakit masalalu terhadapnya. Anisa tertawa sinis, ketika airmata Adibah mengalir. "Ha? air mata kebohongan. Lo bisa manfaatin airmata itu didepan semua orang yang lo anggap lugu, tapi gue? jangan bermimpi gue mau luluh hanya karena airmata perempuan kayak lo." Tambah perempuan itu yang tidak mau berhenti menghina saudara tirinya. "Anisa berhenti." Suara bariton segera menginterupsi ruangan berbentuk persegi itu. Entah kenapa bisa Adibah bertemu dengan Anisa diruangan itu, yang dia tahu hanya ada Zufar didalamnya. Setelah kepulangannya d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN