Senyum lebar menghias bibir Caca kala ia berhasil membidik objek di depannya dengan kamera digitalnya. “Gue baru tahu kalau lo jago fotografi,” ucap Reyhan seraya mengeratkan pelukannya. Cowok itu memeluk Caca dari belakang sambil menyandarkan dagunya di bahu Caca. Kini, mereka sedang berada di area kebun teh yang agak jauh dari vila. Reyhan yang membawa Caca kabur bersamanya dan menikmati udara pagi sambil memotret pemandangan di sana. Alasannya membawa Caca kabur tentu saja agar bisa bebas berduaan dengan Caca tanpa takut diganggu oleh Freya. “Ca? Cuek aja terus,” gerutu Reyhan saat melihat Caca yang masih tetap fokus pada kameranya. “Apa, Rey?” tanya Caca dengan nada datar. Cewek itu menoleh sekilas, lalu kembali pada kamera digitalnya. “Ca, udah, dong. Masa dari tadi kamera mulu?”

