Freya

725 Kata

“Nyokap lo ternyata orangnya asyik, ya.” Perhatian Reyhan teralihkan. Air mancur dengan kemerlap lampu yang ada di depannya itu kini tak lebih menarik dari wajah polos Caca yang tengah mengulas senyum tanpa menatapnya. “Emang iya?” tanya Reyhan, tangannya merangkul bahu Caca dan membawanya mendekat. “Iya. Kita punya banyak kesamaan tahu, nggak? Kita, tuh, sama-sama suka bikin brownies terus juga sama-sama suka tanaman hias,” jelas Caca. Senyum lebar tak dapat terelakkan dari bibir Reyhan. Malam ini ia merasa menjadi manusia paling bahagia setelah sebelumnya yang ia tahu hanya duka dan cara untuk menutupinya. Reyhan mengelus puncak kepala Caca dengan lembut dan membuat cewek itu menatapnya. “Gue sayang sama lo, Ca,” ungkap Reyhan tulus. Lalu, cewek itu mengangguk, tetapi Reyhan tahu b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN