Sandiwara

986 Kata

Hari terakhir UKK akhirnya tiba. Setelah lebih dari satu minggu dipaksa fokus dan memprioritaskan belajar, akhirnya para siswa bisa bernapas lega. “Ca, habis ini ngemal, yuk!” ajak Lia. Caca tersenyum lebar, lalu menggelengkan kepalanya. “Gue udah ada janji sama Daniel,” jawab Caca. “Setan emang lo!” maki Lia. “Bos, ayo! Udah ditunggu di sirkuit!” seru Beno, begitu tiba di depan pintu kelas IPA 1. Suara Beno membuat perhatian Caca teralihkan. Kini, cewek itu tengah melirik Reyhan yang berjalan menghampiri Beno. Seperti hari-hari sebelumnya, hari ini pun Reyhan mengabaikan Caca. Reyhan benar-benar mengabaikan Caca, menganggap Caca seperti mahkluk tak kasatmata. “Kelihatannya si Reyhan udah bener-bener jauhin lo, nih,” ungkap Lia sepeninggal Reyhan bersama Beno. “Kayaknya, sih, gitu,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN