"Ih, udah gue bilang nggak ada mirip-miripnya ah. Masak suara jelek kayak Handoko gitu lo bilang mirip Jean?" ucap Selin. Meski sudah menjelaskannya belasan kali, Areta tetap saja keukeuh bahwa suara pemuda yang bersama Selin tadi--yang notabene memang Jean--mirip Jean. "Ih tapi tuh mirip suaranya. Nggak tau sih, kuping gue aja kali ya?" sahut Areta. Selin mengangguk. Mengiyakan asumsi Areta agar percakapan ini tak semakin larut. Apapun yang terjadi, Selin akan membawa rahasianya ini sampai nanti. ... Selin bisa menghembuskan napasnya lega ketika orang terakhir di angkatannya telah selesai mengambil barang. Gadis itu lalu cepat-cepat berkemas dan masuk aula--l

