Sial! Sial! Sial! Selin terus memaki sepanjang perjalanan dari rumah ke kampus. Harinya memang amat sial karena harus diawali dengan kejadian memalukan. Bayangan tubuh Jean yang telanjang tak bisa lepas dari matanya. Seolah terus hadir dan menghantui. Belum lagi tuduhan-tuduhan tak berdasar dari Jean seperti 'lo-sengaja-ngintip-gue-ya' atau 'mau-mesumin-gue-lo-ya'. Tuduhan-tuduhan menjijikkan yang jelas tak pernah Selin lakukan. Selin jadi makin kesal ketika bus yang ditumpanginya mendadak berhenti dan membuatnya terpelanting ke depan. Namun bagian paling menyebalkannya adalah ketika sopir memberitahu bahwa bus mereka berhenti mendadak karena mesinnya mogok secara mendadak. Selin terpaksa harus berjalan kaki sampai ke kampusnya. Padahal jauhnya mungkin masih sekitar 2 kilometer la

