Sepertinya ditembak Bara merupakan salah satu impian Selin. Dan ya, hari ini Tuhan mengabulkan impiannya. Tapi kenapa dia malah merasa tidak enak begini? Selin rasanya tak ingin menolak, tapi juga tak ingin menerima. Apa ini efek berkabung? Atau efek statusnya yang telah jadi istri Jean? Masih teka-teki untuk Selin. Untung Bara memberinya waktu. Kesempatan untuk berpikir katanya. Bara paham bagaimana kondisi Selin sehingga dia tak mau memaksa. "Kalau gue tolak, sayang. Kapan lagi bisa pacaran sama Bara?" desis Selin. "Tapi kalau gue terima ... bukannya berarti gue selingkuh dari Jean?" Selin dengan cepat menepis pikirannya. Memangnya Jean siapa? Toh pemuda itu juga sering bawa perempuan ke rumah. Jadi kenapa Selin harus peduli sih? Tak lama setelah Selin berpikir, pintu

