28. Biru

1289 Kata

    Duka Selin tentu tak akan semudah itu berlalu. Hatinya masih biru. Masih sesak setiap detiknya. Namun waktu juga terus berlalu. Selin harus bangkit. Setidaknya, Selin harus bisa memaafkan dirinya sendiri. Ia tau Mamanya bersusah payah di tengah penyakit yang tengah diidapnya bukan untuk melihatnya menderita. Apalagi membenci dirinya sendiri. Mama pasti ingin melihat Selin bahagia.     Setidaknya sudah 1 Minggu Selin bolos dari segala kegiatan kuliahnya. Jean pun begitu. Ia bahkan membatalkan seluruh agenda keartisannya demi menemani Selin di rumah.     "Lo nggak capek apa di rumah mulu?" tanya Selin pada Jean yang sedang menjejalkan berondong jagung rasa karamel ke mulutnya.     "Gue kan nemenin lo," jawab Jean agak tidak jelas karena mulutnya penuh.     "Gue udah nggak kenapa-napa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN