"Mama kamu meninggal karena kanker gaster, Sel." "Bunda bercanda mulu ah hahaha. Udah ya, Selin nggak mau denger apa-apa lagi." Itulah percakapan terakhir yang Selin ucapkan sejak tiga jam terakhir ini. Setelahnya Selin membungkam mulutnya. Bahkan mungkin membungkam telinganya. Kebungkaman Selin membuat Bunda, Ayah, dan Jean khawatir. Mereka ingin menjelaskan apa yang terjadi. Namun Selin seolah menutup seluruh akses itu. Selama ada di dalam pesawat pun, Selin hanya menatap kosong ke luar jendela. Menerawang jauh hingga menembus awan-awan putih. Lebih mengkhawatirkan lagi karena Selin tak sedikitpun menangis. Ia bersikap seolah tak ada yang terjadi.Mungkin Selin shock. Mungkin jiwanya terguncang dan semua tindakannya adalah bagian dari penolakan. Bahkan hingga pesaw

