26. Gugup

1334 Kata

    Selin jadi sedih karena Eyang tak bisa tinggal sedikit lebih lama. Semenjak mendengar berbagai cerita, pengalaman, dan pemikirannya ... Selin jadi punya sudut pandang baru. Selin juga jadi lebih mengenal Eyang yang tadinya dia kira menyeramkan dan dipenuhi semangat patriarki seperti nenek-nenek pada umumnya.     "Nggak bisa nginep lagi di sini, Yang?" tanya Selin. Mengkonfirmasi sekali lagi.     Eyang tertawa kecil.     "Kalau Eyang di sini mulu, nanti kalian nggak punya waktu berduaan," candanya. "Kamu bisa telepon Eyang kalau kangen. Kalau Jean seenaknya juga kamu harus telepon Eyang, ya?"     Selin mengangguk. Sementara Jean memasang wajah cemberut.     "Cucu Eyang tuh Selin apa Jean sih sebenarnya?"     Eyang tertawa lagi.     "Dua-duanya," katanya.     Setelahnya Eyang mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN