Profesinya sebagai publik figur yang sudah sering diikuti berbagai macam penggemar membuat Jean bersikap terlalu berlebihan. Ketika ada orang yang memencet bel rumahnya malam-malam begini, dia panik seketika. Jean kini berjalan mengendap-endap sambil membawa tongkat baseball pemberian penggemarnya di salah satu fansign. Seperti pencuri di rumah sendiri. Selin terpaksa harus mengikuti Jean di belakang. Meskipun terlihat bodoh, tapi memang tidak ada salahnya berhati-hati. Bel masih saja terus dibunyikan. Jean memegang gagang pintu yang dingin secara perlahan. Pemuda itu memutar gagang kemudian membukanya perlahan-lahan sambil menunggu di samping pintu. Jean menunggu momen sang pemencet bel untuk masuk ke dalam rumah kemudian menghajarnya. Jean mulai menajamkan pandangan ke

