Nadita: Gw ud mau berangkat nih. Doain ya! Selin hanya bisa menatap pesan itu nanar, kemudian melemparkan ponselnya ke sembarang arah dan membaringkan kepalanya di sofa. Suasana hatinya benar-benar porak poranda. Jean pergi meninggalkan rumah--untuk kencan tentunya--sekitar setengah jam tadi. Tapi rasanya seperti sudah setengah tahun untuk Selin. Lebay memang. Hanya saja rasa tidak rela yang ia pendam sungguh meronta-ronta. Ia tak rela Jean pergi menemui Nadita. Ia tak rela, namun tak bisa mengatakan apa-apa. Bodohnya lagi, gadis berkaus hijau itu malah memberikan semangat untuk Jean tadi, "Semangat ya kencannya! Semoga lancar!" Padahal dalam hati, Selin mendoakan sebaliknya. Mulutnya terus saja berdusta. "Nggak, gue nggak bisa kayak gini terus! Gue harus cari

