Selin jelas bukan tipe perempuan penyabar, keibuan, dan idola anak-anak. Gadis itu keras kepala, kadang emosian, dan tak pernah punya pengalaman dengan anak kecil. Jadi bagaimana anak-anak akan menyukainya? Jangankan anak kecil, kucing Joshua saja kalau ketemu Selin jadi agresif. Selin hanya bisa menatap Rara--nama anak itu--yang sedang duduk manis di karpet sambil nonton Pororo. Sejauh ini dia belum buka suara, belum menangis maupun berbicara. Lagipula orang-orang di rumah ini memang belum mengajaknya bicara. Selin sibuk menatap horor dari sofa, sementara Jean--juga menatap horor--ada di samping televisi. Mereka berdua sama-sama menjauh. Seolah Rara adalah binatang buas yang perlu diwaspadai tiap gerak-geriknya. "Gue keluar dulu ya? Lo jagain dia," kata Jean. "Eh .

