Panik. Satu-satunya kata yang tepat untuk mencerminkan perasaan Selin saat ini. Setelah melihat keadaan Rara--bentol-bentol merah seluruh tubuh--tadi, otaknya langsung memproses sinyal darurat. Ia cepat ganti baju dan langsung ambil keputusan untuk membawa Rara ke rumah sakit. "Rara nya ada riwayat alergi nggak, Mbak?" tanya Dokter. Selin cuma bisa garuk-garuk kepala karena tidak tau. Ia menatap Jean yang setengah wajahnya ditutupi masker hitam agar tak dikenali publik. Namun Jean meresponnya dengan angkatan bahu yang menandakan bahwa dia juga tidak tau. "Saya kurang tau, Dok. Bukan anak saya soalnya. Mamanya juga nggak ngomong apa-apa tentang alergi." Dokter mengangguk memahami. "Sudah coba dihubungi orang tuanya?" "Sudah, Dok. Sekarang sedang dalam perjalanan

